Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Sport News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport News. Tampilkan semua postingan
03.58
Daud Yordan Tantang Chris John
Written By irdatel on Senin, 05 Desember 2011 | 03.58
Daud Yordan Tantang Chris John - Juara dunia kelas bulu versi IBO Asia Pasifik, Daud 'Cino' Yordan, kembali menyampaikan keinginannya menantang juara dunia kelas bulu versi WBA yang juga seniornya, Chris John.
Daud sempat mendapat kesempatan menghadapi Chris John saat keduanya bertemu 17 April 2011 lalu. Saat itu Daud kalah angka 112-116, 112-116 dan 111-117 dari Chris John.
Setelah merebut gelar juara dunia kelas bulu versi IBO Asia Pasifik dengan mengalahkan petinju Amerika Serikat, Frankie Archuleta, Daud menyatakan keinginannya untuk kembali menantang Chris John.
"Secara pribadi saya sebetulnya ingin berduel lagi sama Chris John. Tapi itu tergantung manajemen. Karena kami di bawah manajemen yang sama (Mahkota Promotion), tentu perlu banyak negosiasi," ujar Daud dalam jumpa pers di Bloeming Cafe, FX Plaza, Senayan, Senin 5 Desember 2011.
Keinginan Daud Yordan tantang Chris John tak lepas dari motivasi pribadinya yang memandang sosok petinju yang dijuluki The Dragon tersebut sebagai terbaik di Indonesia. Reputasi Chris John sebagai Super Champions di kelas bulu WBA juga menjadi inspirasi bagi Daud dalam meningkatkan karir tinju profesionalnya.
"Saya diharapkan dapat menjadi penerus Chris John menjadi juara dunia. Saya tahu itu tidak mudah. Memang mereka bilang ada sesuatu yang istimewa dari saya. Tapi, saya sendiri tidak merasa percaya diri. Yang pasti saya akan terus bekerja keras dan disiplin," tegas Daud.
Sayang, keinginan Daud Yordan Tantang Chris John mendapat hambatan. Direktur utama Mahkota Promotion, Raja Sapta Oktohari, pertarungan kedua Daud melawan Chris John mustahil dilakukan.
"Dia tidak mungkin bertarung lagi dengan Chris John karena satu bendera, Mahkota Promotion. Sebagai gantinya, Daud bisa segera mengorbitkan namanya kembali sebagai penerus Chris John di kelas bulu," ujar Raja Sapta.
![]() |
| Daud Yordan VS Chris John |
Daud sempat mendapat kesempatan menghadapi Chris John saat keduanya bertemu 17 April 2011 lalu. Saat itu Daud kalah angka 112-116, 112-116 dan 111-117 dari Chris John.
Setelah merebut gelar juara dunia kelas bulu versi IBO Asia Pasifik dengan mengalahkan petinju Amerika Serikat, Frankie Archuleta, Daud menyatakan keinginannya untuk kembali menantang Chris John.
"Secara pribadi saya sebetulnya ingin berduel lagi sama Chris John. Tapi itu tergantung manajemen. Karena kami di bawah manajemen yang sama (Mahkota Promotion), tentu perlu banyak negosiasi," ujar Daud dalam jumpa pers di Bloeming Cafe, FX Plaza, Senayan, Senin 5 Desember 2011.
Keinginan Daud Yordan tantang Chris John tak lepas dari motivasi pribadinya yang memandang sosok petinju yang dijuluki The Dragon tersebut sebagai terbaik di Indonesia. Reputasi Chris John sebagai Super Champions di kelas bulu WBA juga menjadi inspirasi bagi Daud dalam meningkatkan karir tinju profesionalnya.
"Saya diharapkan dapat menjadi penerus Chris John menjadi juara dunia. Saya tahu itu tidak mudah. Memang mereka bilang ada sesuatu yang istimewa dari saya. Tapi, saya sendiri tidak merasa percaya diri. Yang pasti saya akan terus bekerja keras dan disiplin," tegas Daud.
Sayang, keinginan Daud Yordan Tantang Chris John mendapat hambatan. Direktur utama Mahkota Promotion, Raja Sapta Oktohari, pertarungan kedua Daud melawan Chris John mustahil dilakukan.
"Dia tidak mungkin bertarung lagi dengan Chris John karena satu bendera, Mahkota Promotion. Sebagai gantinya, Daud bisa segera mengorbitkan namanya kembali sebagai penerus Chris John di kelas bulu," ujar Raja Sapta.
Label:
Sport News
19.47
Atlet berprestasi jadi gembel
Written By irdatel on Selasa, 19 Juli 2011 | 19.47
Seorang atlet kenamaan Cina terpaksa menjadi pengemis di jalan-jalan Beijing setelah cedera membuatnya tak bisa berlomba. Zhang Shangwu, demikian nama atlet tersebut, merebut dua medali emas di cabang senam Universiade, olimpiade untuk mahasiswa, pada 2001. Setahun kemudian ia mengalami cedera serius yang mengakhiri kariernya sebagai atlet senam.
Rendahnya kualifikasi pendidikan membuatnya hanya bisa menjadi pelayan restoran. Ia sempat bekerja di panti jompo namun cedera menghalanginya melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Tuntutan kebutuhan hidup memaksanya mencuri dan ia sempat mendekam di penjara selama lima tahun sebelum bebas April lalu. Sejak itu ia mengemis di jalan-jalan di Beijing.
Peruntungan Zhang berubah pekan lalu ketika seorang penggemar mengenalinya ketika ia memamerkan kebolehan melakukan gerakan senam. Sejak itu, kisah Zhang dimuat di berbagai media di Cina. Banyak pihak menawarinya pekerjaan, termasuk dari salah satu pengusaha terkaya di Cina.
"Di Cina banyak atlet yang bernasib seperti saya. Saya beruntung karena saya ditemukan anggota masyarakat dan cerita saya dimuat di media," kata Zhang kepada kantor berita AFP di Beijing, Senin (18/7), seperti dilansir BBC Indonesia.
"Ada banyak atlet yang bernasib mengenaskan setelah pensiun. Pendidikan mereka rendah dan mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak," tutur Zhang yang kini berusia 27 tahun. "Pemerintah tidak membantu atlet-atlet yang memasuki masa pensiun. Saya ingin kisah saya ini membuka mata masyarakat bahwa para atlet tersebut memerlukan bantuan," kata Zhang.
Ia bukan atlet top pertama yang mengalami kesulitan hidup. Cai Li, peraih medali emas angkat besi Asian Games 1990 terpaksa menjadi satpam setelah tak lagi berlomba. Ia meninggal pada 2003 diduga akibat latihan berat yang harus ia ikuti ketika menjadi atlet dulu.
Zou Chunlan, juara nasional angkat besi, menjadi penjaga WC umum sebelum satu LSM membantunya membuka usaha pencucian pakaian.
Zhang Shangwu sendiri saat ini belum memikirkan pekerjaan karena masih sibuk melayani wawancara berbagai media. Yang pasti, ia ingin membantu rekan-rekannya sesama atlet yang bernasib mengenaskan setelah tidak bisa turun ke lapangan.
Sumber : Atlet berprestasi jadi gembel
Rendahnya kualifikasi pendidikan membuatnya hanya bisa menjadi pelayan restoran. Ia sempat bekerja di panti jompo namun cedera menghalanginya melakukan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Tuntutan kebutuhan hidup memaksanya mencuri dan ia sempat mendekam di penjara selama lima tahun sebelum bebas April lalu. Sejak itu ia mengemis di jalan-jalan di Beijing.
Peruntungan Zhang berubah pekan lalu ketika seorang penggemar mengenalinya ketika ia memamerkan kebolehan melakukan gerakan senam. Sejak itu, kisah Zhang dimuat di berbagai media di Cina. Banyak pihak menawarinya pekerjaan, termasuk dari salah satu pengusaha terkaya di Cina.
"Di Cina banyak atlet yang bernasib seperti saya. Saya beruntung karena saya ditemukan anggota masyarakat dan cerita saya dimuat di media," kata Zhang kepada kantor berita AFP di Beijing, Senin (18/7), seperti dilansir BBC Indonesia.
"Ada banyak atlet yang bernasib mengenaskan setelah pensiun. Pendidikan mereka rendah dan mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak," tutur Zhang yang kini berusia 27 tahun. "Pemerintah tidak membantu atlet-atlet yang memasuki masa pensiun. Saya ingin kisah saya ini membuka mata masyarakat bahwa para atlet tersebut memerlukan bantuan," kata Zhang.
Ia bukan atlet top pertama yang mengalami kesulitan hidup. Cai Li, peraih medali emas angkat besi Asian Games 1990 terpaksa menjadi satpam setelah tak lagi berlomba. Ia meninggal pada 2003 diduga akibat latihan berat yang harus ia ikuti ketika menjadi atlet dulu.
Zou Chunlan, juara nasional angkat besi, menjadi penjaga WC umum sebelum satu LSM membantunya membuka usaha pencucian pakaian.
Zhang Shangwu sendiri saat ini belum memikirkan pekerjaan karena masih sibuk melayani wawancara berbagai media. Yang pasti, ia ingin membantu rekan-rekannya sesama atlet yang bernasib mengenaskan setelah tidak bisa turun ke lapangan.
Sumber : Atlet berprestasi jadi gembel
Label:
Sport News

