Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak Bola Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kemenangan Pertama Persipura di ISL

Written By irdatel on Senin, 05 Desember 2011 | 03.55

Persipura Jayapura akhirnya merebut kemenangan perdana pada Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12. Usai ditahan imbang di laga pembuka, Mutiara Hitam akhirnya merebut kemenangan 3-1 saat menjamu Gresik United di Stadion Mandala, Jayapura, Papua Senin, 5 Desember 2011.

Boaz Salossa

Bermain di hadapan pendukungnya, Persipura langsung tampil menekan setelah pluit dibunyikan. Hasilnya, pada menit ke-10, tim tuan rumah sudah berhasil unggul 1-0 lewat gol yang diciptakan oleh striker asal Brasil, Alberto Goncalves.



Unggul satu gol, Persipura tak juga mengendurkan serangannya. Sebaliknya, pasukan Jacksen F Tiago tersebut semakin agresif dan berhasil menciptakan banyak peluang meski masih gagal berbuah gol. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Persipura kembali menekan pertahanan Gresik United. Boaz Solossa akhirnya menambah skor lewat gol pada menit ke-46. Sedangkan bek Persipura, Bio Paulin ikut menambah gol ketiga bagi Persipura pada menit ke-76.

Gresik United baru berhasil memperkecil ketertinggalan saat pertandingan memasuki menit-menit terakhir lewat Gaston Castano. Hingga pertandingan usai, Persipura tetap unggul 3-1 atas Gresik United.

Ini merupakan kemenangan perdana Persipura pada ISL 2011-12. Di laga sebelumnya, Persipura ditahan imbang 3-3 oleh tim Persiba Balikpapan.

'Indonesia Aman dari Sanksi'

Written By irdatel on Minggu, 29 Mei 2011 | 23.45

Setelah FIFA memastikan tidak mengagendakan pembahasan khusus tentang Indonesia, Presiden AFC Mohammed bin Hammam pun malah "dicekal". Kekhawatiran indonesia diskorsing sejauh ini (syukurlah) tak terbukti. Kenapa?


Sejak kegagalan menggelar kongres pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 20 Mei lalu, Indonesia kerap diisukan akan terkena sanksi.

Ini sehubungan dengan surat FIFA perihal penugasan Komite Normalisasi (KN) yang menginginkan adanya kepengurusan baru sebelum 21 Mei. Ketua KN Agum Gumelar bahkan sudah pesimistis jika Indonesia akan lolos dari sanksi.

Dalam pertemuannya dengan Thierry Regenass dan Frank Hattum sebagai perwakilan FIFA, sehari setelah kongres itu, Agum melihat gelagat tak baik dari keduanya. Adanya perlakuan tak baik dari peserta kongres kepada Regenass dan Hattum disinyalir sebagai salah satu penyebabnya.

Hari demi hari berlalu, pemberitaan soal Indonesia terancam sanksi pun kian kencang berhembus di media-media lokal sampai pada Jumat,(27/5) kemarin, FIFA melansir dalam situs resminya agenda Kongres FIFA yang akan dihelat 31 Mei hingga 1 Juli.

Di agenda tersebut, pembahasan mengenai sanksi dan skorsing hanyalah yang menyangkut Brunei Darusallam dan Bosnia Herzegovina.

Lalu FIFA sendiri sebenarnya tidak ada alasan untuk menjatuhkan sanksi dari FIFA karena tak ada pelanggaran statuta atau intervensi pemerintah.

Sabtu (28/5) sore WIB, Agum mengadakan jumpa pers dengan awak media yang salah satu isinya adalah mengungkapkan jika rekomendasi Indonesia untuk dikenai sanksi muncul dari perwakilan AFC yang hadir pada kongres itu. Dalam hal ini Alex Sosay lah orangnya.

Pernyataan Agum setelah malah langsung dibantah oleh Sekjen FIFA Jerome Valcke. Dari informasi yang dihimpun detiksport, Valcke sudah sudah menegaskan jika Indonesia sudah aman dari sanksi. Dan pada sidang Komite Eksekutif FIFA 30 Juni ini, tak ada pembahasan soal itu.

"Confirm (dipastikan) tidak ada sanksi buat Indonesia dan tidak ada di agenda kongres. Saya baru bertemu Jerome Valcke. Sidang Exco FIFA akan membahas laporan (Thierry) Regenass dan Frank van Hattum yang hadir dalam kongres PSSI,” ujar Farid Rahman yang adalah anggota delegasi khusus Gerakan Reformasi Sepakbola Nasional Indonesia (GRSNI), seusai bertemu dengan Valcke di markas FIFA di Zurich baru-baru ini.

Satu lagi yang memperkuat fakta jika Indonesia akan lolos adalah dicekalnya Bin Hammam oleh Komite Etik FIFA terkait dugaan kasus suap dalam pemilihan presiden baru FIFA.

Hammam dikenal dekat dengan kepengurusan PSSI sebelumnya, di mana dulu ia termasuk salah satu pihak yang melanggengkan Nurdin Halid memimpin PSSI dari balik jeruji besi.

Kini setelah beberapa fakta itu dibeberkan, masih adakah ketakutan Indonesia akan terkena sanksi?

Maung Cilik Siap Adu Taktik


“Garuda di dadaku… Garuda kebanggaanku… Ku yakin hari ini pasti menang…” bait lirik lagu dari salah satu film yang sangat menginspirasi anak-anak Indonesia bermain sepakbola. Dan Football Festival Yamaha U-13 Road To Asean yang dilakukan Yamaha Motor Indonesia menjadi salah satu jalan mereka mewujudkan mimpi untuk bertanding di tingkat nasional dan bahkan bermain di tingkat Asean.

Setelah provinsi lain, giliran Provinsi Jawa Barat diseleksi, Minggu, 29 Mei 2011. Sebanyak 24 Sekolah sepak bola (SSB) dari provinsi ini ikut ambil bagian dan bertanding dengan skill individu dan kerja sama tim yang hebat. Mereka juga bermain dengan umpan-umpan yang akurat sehingga disetiap pertandingan terjadi persaingan yang ketat.

Bukan hanya permainan cantik, masing-masing pemain pun punya rata-rata tinggi badan yang bagus sehingga juara dari Jawa Barat layak diperhitungkan oleh tim-tim provinsi lain di final 12 round nanti, di Jakarta, 2 – 6 Juni 2011.

SSB Sindos dan SSB Planet Ciparay, keduanya berasal dari Kota Bandung berhasil menjadi juara IV dan III, serta Pencab dari Kota Bogor menjadi runner up. Yang berhasil menjadi Juara di provinsi Jawa Barat adalah SSB Saint Prima dari Kota Bandung.

Antusiasme dari seleksi ini pun begitu tinggi. Di tahun mendatang, PSSI Jawa Barat berkeinginan untuk melakukan seleksi dengan menyelanggarakan pertandingan sampai ditingkat kabupaten.
 
Support : Jasa Blogs | Unik | Blogger
Copyright © 2013. STAI TASIKMALAYA - All Rights Reserved
Blog Unik Creating Website Published
Proudly powered by Blogger